Thursday, 29 December 2011

Chapter 13

Sayangku, dari apa kau membuat air mataku?
sehingga aku merasa amat sanggup
memandang seluruh isi hatimu. 
Tanpa sadar,
bahwa sebenarnya itu adalah 
hanya angan-angan.

Bangkalan, 26 Januari 2011

Chapter 8

Jalan, rumput, dan ruang yang kita ciptakan di samping pohon asam itu adalah tujuan dimana kita bermimpi. Mimpi kita sempit, begitulah katamu. Menandai pantai yang bening dan jauh. Kupu-kupu menarik diri ke utara, mirip kesetiaan ikan. Sebelum siang kita datang. Menerima salam yang gugur. Menjadi hujan nanti. Menjadi hari yang dilahirkan. Kemudian kita berhenti, di tengah sepi. Di tengah mimpi. 

Arosbaya, 26 Desember 2010

CHAPTER 12

Untuk kesekian kali kupanggil dirimu.
Sesekali kubuat alasan baru
agar kau terus bertahan 
dan mampu kudengarkan.
Luka lebih setia dari segumpal dada,sayangku...

Dari perjumpaan paling merona perkenalan kita,
hatimu yang putih.
Juga warna waktu yang selalu
membuat kita ingin berdampingan....
adalah mabuk, adalah khayal
adalah pembicaraan kita di bawah purnama.

Aku ingin menjadi laki-laki yang memberimu sehelai rumput.
Dengan cara yang tak ada selain sempurna.
Seperti mata surga.

Bangkalan, 12 Januari 2011
Wednesday, 28 December 2011

Chapter 40

Meninggalkanmu;
pesan yg tak pernah bisa
kuwujudkan bentuknya.




Bangkalan, 18 November 2011

Chapter 38

Pagi menulis dirinya sendiri.
Pagi tumbuh dengan pengecualian
bahwa semalam ia telah bermimpi tentang keutuhan,
sepotong cinta,
jg dadanya yang memar lantaran
hujan tak pernah tiba.
Ia terus menuliskan sesuatu.
Seperti pikiran,
seperti wajah2 yang baru ia kenali.
Dan di atas matanya,
ia buat pelukan dari air dan pasir.

Bangkalan, 11 Oktober 2011

Chapter 36

Tuhan,
aku menyayanginya sampai pada keadaan
sesulit apapun.
Sesakit apapun.
Bangkalan, 12 sept 2011/01.30 WIB

Semua dari Hati

Mungkin tidak banyak orang yang 
menganggap sejarah itu penting. 
Jika begitu, 
dari mana mereka belajar mengetahui
tentang apa yang disebut salah atau benar. 

M. Helmy Prasetya. (8 nov 11, 10:26 am)