Wednesday, 28 December 2011

Chapter 40

Meninggalkanmu;
pesan yg tak pernah bisa
kuwujudkan bentuknya.




Bangkalan, 18 November 2011

Chapter 38

Pagi menulis dirinya sendiri.
Pagi tumbuh dengan pengecualian
bahwa semalam ia telah bermimpi tentang keutuhan,
sepotong cinta,
jg dadanya yang memar lantaran
hujan tak pernah tiba.
Ia terus menuliskan sesuatu.
Seperti pikiran,
seperti wajah2 yang baru ia kenali.
Dan di atas matanya,
ia buat pelukan dari air dan pasir.

Bangkalan, 11 Oktober 2011

Chapter 36

Tuhan,
aku menyayanginya sampai pada keadaan
sesulit apapun.
Sesakit apapun.
Bangkalan, 12 sept 2011/01.30 WIB

Semua dari Hati

Mungkin tidak banyak orang yang 
menganggap sejarah itu penting. 
Jika begitu, 
dari mana mereka belajar mengetahui
tentang apa yang disebut salah atau benar. 

M. Helmy Prasetya. (8 nov 11, 10:26 am)

Chapter 39

Seperti apa dirimu kini. 
Masih hujankah? 
Atau telah menjadi kemungkinana dari 
hal-hal akan terus bergerak tanpa henti. 
Seperti pada sebuah sibuk, 
rasa lelah, juga sepenggal waktu
yang tak sempat lagi kau nyanyikan. 
(Bangkalan, 10 nov 11, 08:00 am)

Astrid - Merpati Putih

Mengering sudah bunga di pelukan
Merpati putih berarak pulang terbang menerjang badai
Tinggi di awan, menghilang di langit yang hitam

S'lamat berpisah kenangan bercinta
Sampai kapankah jadinya aku harus menunggu
Hari bahagia seperti dulu

Terserah kasih kembali mesra
Bercumbu langit memadu satu janji berjuta bintang
Dalam pelukan sehangat pagi yang cerah

Wujud Tanpa Sosok

Aku ingin kau kembali....
Dan tidak meninggalkanku lagi...
Ketika menulis ini, yang ada hanya rasa ingin memiliki.
Seutuhnya!
Pulang, aku ingin kau yang mengantarkannya...